Ifan Seventeen Pertimbangkan Lepas Jabatan di PFN, Ini Penyebabnya
Vokalis grup musik Seventeen, Ifan, mengejutkan publik dengan pernyataannya yang mempertimbangkan untuk mundur dari posisi yang diembannya di Perum Produksi Film Negara (PFN). Kabar ini mencuat setelah ia menyampaikan langsung niatnya dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Ifan Seventeen siap mundur dari PFN bukan karena tekanan eksternal, melainkan alasan pribadi dan profesional yang mendalam.
Sejak ditunjuk sebagai salah satu petinggi di PFN, Ifan dikenal aktif mendukung transformasi perusahaan pelat merah tersebut, terutama dalam menghadirkan inovasi di dunia perfilman nasional. Namun, ternyata keputusan untuk menempuh jalur birokrasi dan kreatif secara bersamaan tidaklah mudah bagi musisi yang telah malang melintang di industri hiburan tanah air.
Antara Dunia Musik dan Tugas Institusional
Ifan mengakui bahwa menjalankan dua peran sekaligus—sebagai musisi dan juga bagian dari institusi pemerintah—menjadi tantangan tersendiri. Aktivitasnya yang padat sebagai penyanyi, serta berbagai proyek yang berkaitan dengan musik, menyita banyak waktu dan energi. Hal ini membuatnya merasa tidak maksimal dalam menjalankan tanggung jawab di PFN.
Ia menambahkan bahwa dirinya ingin tetap fokus pada jalur kreatif yang selama ini telah menjadi bagian besar dari hidupnya. “Saya merasa kontribusi terbaik saya tetap berada di dunia musik,” ungkap Ifan. Baginya, tanggung jawab di lembaga negara membutuhkan dedikasi penuh, yang saat ini sulit ia penuhi secara optimal.
Komitmen Profesional Jadi Pertimbangan
Alasan utama di balik wacana pengunduran dirinya adalah kesadaran akan pentingnya komitmen penuh terhadap posisi strategis di PFN. Ia tidak ingin setengah-setengah dalam menjalankan amanah yang telah diberikan. Bagi Ifan, etika profesional menjadi hal penting yang harus dijaga, apalagi jabatan tersebut menyangkut kepentingan publik dan pembangunan budaya nasional.
Lebih lanjut, Ifan menyatakan bahwa dirinya tidak ingin menjadi penghalang dalam percepatan program-program di PFN karena keterbatasan waktu dan tenaga. Ia menilai bahwa orang lain yang lebih fokus dan memiliki latar belakang kuat di bidang manajemen film atau kebijakan publik lebih layak untuk melanjutkan peran tersebut.
Apresiasi terhadap PFN dan Pemerintah
Meskipun tengah mempertimbangkan untuk mundur, Ifan tetap menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Ia mengapresiasi langkah Kementerian BUMN yang membuka peluang bagi pelaku industri kreatif untuk terlibat langsung dalam pembenahan institusi budaya seperti PFN.
“Kesempatan ini sangat berharga dan memberi saya banyak pelajaran,” tuturnya. Ifan juga berharap bahwa PFN terus berkembang dan mampu menjadi lokomotif utama dalam memajukan perfilman nasional, terutama dari sisi produksi yang berkualitas dan bermuatan lokal.
Reaksi Publik dan Penggemar
Kabar tentang rencana mundurnya Ifan dari jabatan PFN pun menuai beragam respons dari publik dan para penggemarnya. Banyak yang mendukung keputusannya untuk tetap fokus pada dunia musik, namun ada juga yang menyayangkan jika talenta kreatif seperti dirinya tidak lagi berada di lingkup kebijakan publik.
Sebagian pengamat budaya menilai bahwa keberadaan sosok dari kalangan seniman di posisi strategis BUMN bisa menjembatani kebutuhan industri kreatif dengan kebijakan pemerintah. Namun, mereka juga memahami jika keputusan itu didasari pada pertimbangan pribadi yang rasional dan realistis.
Penutup
Keputusan Ifan Seventeen untuk siap mundur dari PFN menunjukkan
bahwa setiap posisi publik menuntut integritas dan dedikasi penuh. Meski niatnya belum difinalisasi,
Ifan telah memberikan contoh bahwa kejujuran dalam menilai kapasitas diri adalah bagian dari etika
profesional. Apapun keputusannya nanti, kontribusinya baik dalam musik maupun dalam bidang budaya tetap akan dikenang.



